Dalam perjalanan hidup saya, mengenal dan mengagumi Gus Dur memang bukan hal yg instan, karena saya sempat berpikir negatif tentang Gus Dur dimasa kecil, karena Gus Dur selalu bikin wacana publik menjadi hangat dan kontroversial, walaupun tidak sepenuhnya negatif trus, saya merasakan kebijakan libur 1 bulan ketika bulan ramadhan, di dalam hati saya terkaget² dan sekaligus senang, karena tidak pernah mersakan senyaman itu membayangkan bulan ramadhan secara utuh di rumah.
Setelah saya belajar dan mencoba menelusuri jejak Gus Dur melalui berbagai informasi dan buku, singkat cerita saya mulai mengagumi sosok beliau yg saya rasa banyak tindakan dan prinsip beliau cocok dengan hati nurani saya, isu yang diperjuangkannya diantaranya isu HAM, Demokrasi, Pribumisasi Islam, Modernisasi Pesantren, hak-hak minoritas, dan masih banyak lagi, tidak bisa disebutkan satu persatu karena terlalu banyak. Dari itu semua para murid Gus Dur merumuskan 9 Nilai Utama Gus dur untuk memformulasikan dan mengenalkan kepada anak-anak milenial dan mengobati kerinduan kita bersama terhadap sosok Gus Dur.
Pengenalan saya tengang Gus Dur juga ditunjang juga dari diskusi-diskusi dan pelatihan di Jaringan Gusdurian, yang di dalamnya membahas Biografi intelektual Gus Dur untuk mengetahui lebih mendalam sosok Gus Dur, yang mana banyak nilai-nilai yg melekat pada Gus Dur yg saya teladani, saya meneladani Gus Dur dari seprti peka terhadap kesulitan yg dialami masyarakat sekitar kita, mencoba bergaul dengan orang² berbagai suku, ras, dan agama supaya kita tidak terjebak dalam prasangka dan stigma² negatif terhadap orang lain, karena kita sering menilai tanpa berdialog, hal itu yg membuat perpecahan terus terjadi.
Banyak ulasan-ulasan dalam diskusi yg digelar di Jogja tentang Gus Dur dan kesetaraan Gender yg ditulis dari perspektif tokoh perempuan tentang sosok Gus Dur. Kenapa begitu? Karena yg lebih pantas membahas tentang perempuan adalah diri perempuan itu sendiri, keresahan apa yg dirasakan para perempuan dan siapa yg benar-benar peduli dengan diri mereka, memang masih belum banyak yg mengulas tentang pandangan Gus Dur tentang kesetaraan Gender.
Namun, Gus Dur sudah menunjukkan kefokusan beliau untuk membela terhadap kaum perempuan ditunjukkannya dalam sikap dan tindakan beliau. Seperti, Gus Dur ikut berkontribusi menolak Rancangan Undang-undang Pornografi dan Pornoaksi. Karena RUU tersebut dinilai berpotensi menjebak kaum perempuan dalam dilema peran sosial.
Gus Dur selalu mengedepankan humanitas, kesetaraan dalam tindakannya untuk mencapai keadilan dalam membuat kebijakan maupun bertindak untuk orang-orang yg hak-hanya diberangus. Gus Dur sanggup melakukan itu semua karena sudah mencapai tahap ketauhidan yg tinggi, dan telah selesai dengan gejolak didalam dirinya.
Begitulah sedikit pengalaman proses pengenalan saya terhadap sosok Gus Dur, dan saya kagum sekagum-kagumnya terhadap Gus Dur dan apapun yg beliau rintis dari awal perjuangannya sampai akhir.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar